Cara Menghitung HPP (Harga Pokok Produksi)

Bagi setiap akuntan yang bekerja di sebuah perusahaan, menghitung Harga pokok produksi (HPP) adalah sebuah keharusan. Penyusunan HPP ini bertujuan untuk menghitung seluruh biaya yang harus dikeluarkan, termasuk membuat laporan kerugian dan keuntungan perusahaan. Lalu bagaimanakah cara menghitung harga pokok perusahaan manufaktur? Berikut penjelasannya.

Menghitung Harga Pokok Produksi Perusahaan

Dalam menghitung harga pokok produksi dan penjualan, ada beberapa unsur yang harus diperhatikan, yaitu persediaan barang awal, persediaan akhir, pembelian, bahan baku, biaya untuk tenaga kerja dan biaya overhead. Cara menghitung harga pokok perusahaan manufaktur ini pada dasarnya adalah hasil pengurangan dari persediaan barang awal dengan persediaan barang di akhir.

Misal diberikan contoh harga pokok produksi untuk perusahaan makanan. Maka cara menghitung harga pokok produksi makanan itu adalah dengan menghitung persediaan barang di awal produksi- persediaan barang di akhir. Namun untuk bisa mendapatkan HPP yang tepat, setiap komponen yang sudah disebutkan di atas juga harus dihitung dengan tepat.

Cara Menghitung HPP

Secara rinci, contoh harga pokok produksi dalam perhitungannya didapatkan dari hasil penjumlahan harga biaya produksi dan saldo atau persediaan awal barang kemudian dikurangi saldo akhir barang saat dalam produksi. Misalnya contoh perhitungan harga pokok produksi pada perusahaan dengan biaya produksi Rp 350.000.000 yang memiliki saldo barang setengah jadi senilai Rp 100.000.000. Pada akhir proses produksi, sisa bahan setengah jadinya sebesar 50 juta rupiah.

Cara Menghitung HPP (Harga Pokok Produksi)

Berdasarkan contoh soal harga pokok produksi di atas, bisa dihitung harga pokok produksinya. Dari contoh soal harga pokok produksi perusahaan manufaktur di atas, maka bisa dihitung harga pokok produksinya, yaitu 350.000.000 + 100.000.000 – 50.000.000= 400.000.000. Angka ini adalah contoh harga pokok produksi dari perusahaan tersebut.

Penjelasan dan contoh di atas adalah contoh harga pokok produksi dari sebuah perusahaan. Sedangkan untuk menghitung harga pokok perusahaan, tentu dibutuhkan komponen lain selain produksi, misalnya komponen penjualan. Oleh karena itu juga dibutuhkan cara menghitung harga pokok penjualan.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, untuk menghitung harga pokok perusahaan, misalnya perusahaan manufaktur, maka cara menghitung harga pokok perusahaan manufaktur tersebut juga harus mempertimbangkan aspek lain seperti proses produksi, biaya produksi, bahan baku yang digunakan, dan aspek-aspek lainnya. Harga pokok produk yang dihitung seperti yang disebutkan dalam contoh di atas hanya satu aspek yang digunakan untuk menghitung harga pokok perusahaan.

Sehingga, untuk cara menghitung harga pokok perusahaan manufaktur bisa ditarik rumus umum persediaan barang awal – persediaan barang di akhir proses produksi. Persediaan barang awal itu juga termasuk saldo atau harga barang mentah yang kemudian dikurangi dengan persediaan barang di akhir setelah mengalami proses produksi dan biaya selama dalam masa produksi tersebut.