Cara Menghitung Pajak Motor Beserta Denda Terbaru

Para pemilik kendaraan bermotor memiliki kewajiban yang harus dipenuhi yakni membayar pajak kendaraan bermotor. Karena itulah para pemilik kendaraan bermotor harus tahu besaran pajak yang harus dibayar setiap tahun untuk kendaraan bermotor yang dimiliki. Besaran ini biasanya sudah tertera pada STNK motor Anda. Besarnya pajak yang dibayarkan untuk setiap jenis kendaraan pun berbeda, ditambah dengan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SKWDLLJ). Nah, untuk tahun 2018 ini, ada perubahan peraturan dalam jumlah pajak yang harus dibayarkan. Lantas bagaimana dengan denda pajak motor 2020, apakah juga berubah? Berikut penjelasannya.

Begini Cara Menghitung Pajak Beserta Dendanya

Penghitungan pajak kendaraan bermotor pada dasarnya didasarkan pada harga kendaraan bermotor itu sendiri. Nah, jika telat membayar, wajib pajak tentu harus membayar denda. Lalu bagaimana cara menghitung denda pajak motor 2018 yang benar? Untuk aturan terbaru yang berlaku, toleransi yang diberikan untuk keterlambatan membayar pajak adalah 1 hari. Jika lebih dari itu, maka akan terhitung keterlambatan satu bulan dengan jumlah pajak 25% dari pajak kendaraan tersebut. Cara menghitung denda pajak motor telat satu bulan itu tentu berbeda dengan perhitungan denda pajak motor 3 tahun.

Misalnya pajak kendaraan Anda sejumlah Rp 175.500 dengan SKWDLJJ sebesar Rp 35.000 untuk motor, jika telat maka denda yang harus dibayar adalah Rp 32.000. Lalu Anda telat bayar pajak seminggu. Maka denda telat bayar pajak motor 2018 yang dibebankan kepada Anda adalah sama dengan denda telat satu bulan, yaitu 25%. Hitungannya adalah 25% x 175.500= Rp 43.875. Jumlah ini kemudian ditambahkan dengan pajak pokok, SKWDLJJ dan dendanya. Jadi total yang harus dibayar adalah (175.500+43.875+35.000+32.000 = Rp 286.375.

Cara Menghitung Pajak Motor Beserta Denda Terbaru

Sedangkan untuk aturan denda pajak motor 2018 berdasarkan peraturan terbaru, wajib pajak yang telat membayar pajak lebih dari satu tahun, denda yang dibebankan maksimal 48%, dengan rumusan untuk keterlambatan yang lebih dari satu bulan adalah 25% + {(jumlah bulat keterlambatan-1) x 2%}. Misal Anda telat 3 tahun, maka hitungan denda pajak motor telat 3 tahun akan berbeda dengan hitungan sebelumnya.

Perhitungan denda pajak motor 3 tahun seperti sudah dirumuskan sebelumnya. Untuk keterlambatan 3 tahun, dengan jumlah pajak yang sama, denda maksimalnya adalah 48%, jadi perhitungan denda pajak motor 3 tahun adalah: 3x (PKB + SW) + 47% x (3xPKB) + (4×32.000)= 3×210.000 + 47% x 526.500 + 128.000= 630.000+247.455+128.000= 877.583

Itulah tadi contoh perhitungan denda pajak motor 3 tahun. Perhitungan ini juga berlaku untuk denda pajak motor telat 5 tahun, Anda tinggal mengganti variabel 3 dengan 5. Perhitungan denda pajak motor 2018 yang sesuai dengan aturan baru ini memang sedikit membingungkan. Ada cara lebih mudah untuk menghitung denda pajak kendaraan bermotor Anda, yaitu dengan cara menghitung pajak motor online. Cara ini akan lebih memudahkan Anda dengan hasil yang lebih akurat.