Cara Menghitung Payback Period yang Benar

Dalam dunia bisnis dikenal sebuah istilah bernama payback period. Istilah ini harus benar-benar dikuasai oleh setiap orang yang bergelut dalam dunia bisnis. Payback period sendiri adalah jangka waktu atau periode kembalinya investasi yang sudah ditanamkan dari keuntungan yang diperoleh melalui sebuah proyek yang dikerjakan tersebut. Cara menghitung payback period managemen keuangan ini harus dikuasai agar bisa memperhitungkan keuntungan yang nantinya bisa diperoleh.

Berbagai Cara Menghitung Payback Period yang Benar

Nah,  bagi Anda yang belum mengetahui tentang payback period, berikut ini akan dijelaskan tentang pengertian payback period dan contoh perhitungan serta rumus yang digunakan dalam perhitungannya. Pengertian payback period sudah dijelaskan seperti di atas. Selain memahami tentang pengertian dari payback, Anda juga harus mengetahui cara menghitung payback period managemen keuangan. Memahami ini, setiap pengusaha akan mampu menghitung lama waktu investasi agar bisa mencapai break event point.

Untuk cara  menghitung payback period managemen keuangan ini berbeda tergantung pengembalian arus kas per tahunnya.  Cara menghitung payback period usaha dengan jumlah arus kas per tahun jumlahnya berbeda dengan jumlahnya sama tentu saja berbeda.  Karena itulah rumus yang nantinya digunakan juga menggunakan rumus yang berbeda.

Cara Menghitung Payback Period yang Benar

Selain menghitung payback period dengan cara manual, ada juga cara lebih mudah yaitu dengan menggunakan excel. Cara menghitung payback period dengan excel lebih banyak digunakan saat ini karena lebih efektif dan bisa memberikan hasil yang lebih akurat. Cara menghitung payback period npv dan irr secara umum ada 2.

Rumus discounted payback around yang digunakan itu adalah Payback Period = n + (a-b) /(c-b) x 1 tahun. Dengan n adalah tahun yang paling akhir saat jumlah arus kas masih belum dapat menutupi investasi yang ditanamkan mula-mula. Sedangkan a adalah nilai investasi awal, b jumlah komulatif arus kas di tahun,  sedangkan c komulatif arus kas di tahun n+1. Karena metodenya yang lebih sulit inilah banyak yang lebih memilih cara menghitung payback period dengan excel.

Untuk memahami teori dan cara ini lebih lanjut, ada banyak contoh soal payback period yang bisa Anda coba. Mulai dari contoh soal payback period tahunan hingga contoh soal menghitung payback period proyek 5 tahun. Memahami cara menghitung payback dengan rumus konvensional akan membantu Anda lebih memahami cara menghitung payback period dengan excel.

Nah itulah tadi penjelasan singkat tentang cara menghitung payback period managemen keuangan baik dengan cara konvensional maupun dengan cara digital. Penghitungan payback period dengan digital biasanya dengan memanfaatkan microsoft excel. Cara menghitung payback period dengan excel inilah yang saat ini lebih banyak digunakan karena lebih efektif dan akurat.