Cara Menghitung Siklus Haid Wanita yang Benar

Bagi seorang wanita penting untuk mengetahui siklus haidnya. Karena masa subur bisa diketahui dari siklus haid tersebut. Terutama bagi Anda yang ingin melakukan program hamil, untuk mengetahui masa subur, bisa dilakukan dengan cara menghitung siklus haid kalender. Sangat penting untuk mengetahui kalender haid wanita  agar fase masa subur tidak terlewati. Mengetahui masa subur akan membantu setiap pasangan untuk merencanakan kehamilan.

Cara Menghitung Masa Subur Pada Wanita

Untuk mengetahui masa subur bisa dilakukan dengan cara menghitung haid pertama dan haid terakhir. Pada haid pertama, dinding Rahim akan meluruh dan menjadi darah. Pada masa menstruasi sel telur akan berkembang di dalam ovarium. Ketika sel telur matang maka ovarium akan melepaskannya. Peristiwa ini disebut masa ovulasi. Siklus ini bisa ditandai pada kalender haid wanita milik Anda.

Ovulasi ini terjadi sekitar 12 sampai 16 hari sebelum menstruasi. Rata-rata perempuan mengalami masa subur pada hari ke 10 hingga ke 17 setelah hari pertama menstruasi. Sedangkan masa subur terjadi sekitar 5-6 hari sebelum masa ovulasi. Namun, kadang masa menstruasi wanita bisa berubah-ubah. Ada wanita yang memiliki siklus haid pendek.

Cara Menghitung Siklus Haid Wanita yang Benar

Siklus menstruasi tidak teratur terkadang memang menjadi kendala bagi seorang wanita. Untuk itulah pada kalender haid wanita penting untuk dilakukan. Masa subur wanita sangat tergantung pada siklus menstruasinya. Maka dari itu masa subur setiap wanita berbeda-beda, tergantung bagaimana siklus haid pada wanita tersebut.

Bagi Anda yang memiliki siklus haid teratur tentu lebih mudah mengetahui masa subur. Namun, tidak demikian bagi wanita yang siklus haidnya tidak teratur. Menghitung masa subur haid tidak teratur, agak sedikit rumit. Anda harus mengetahui paling tidak siklus menstruasi 6 bulan terakhir. Cara menghitung siklus haid dengan kalender bisa menjadi solusi mengetahui siklus menstruasi selama 6 bulan terakhir.

Biasanya jika Anda mengalami telat datang bulan, bisa menjadi indikasi kehamilan. Periode menstruasi dianggap telat jika setelah 5 hari atau lebih tidak menstruasi sejak tanggal seharusnya. Anda bisa menghitung haid telat dengan cara hitung siklus menstruasi setiap bulannya. Misalnya Anda memiliki siklus 28 hari setiap bulannya, apabila sudah mencapai 33 hari belum haid juga maka perlu dicurigai. Maka dari itu, Anda harus mengetahui cara menghitung siklus haid dengan kalender. Agar bisa diketahui siklus haid setiap bulannya.

Jika tidak mau repot menggunakan perhitungan kalender, Anda bisa gunakan kalkulator siklus haid. Anda bisa mencarinya di internet dan menghitung siklus haid akan lebih mudah. cara ini lebih mudah dari pada cara menghitung siklus haid dengan kalender. Sehingga pencatatan siklus haid pada kalender haid wanita tidak perlu dilakukan. Demikian informasi mengenai cara menghitung siklus haid. Semoga bermanfaat untuk Anda.